| Perang Irak | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Marinir AS memasuki salah satu istana Saddam Hussein. | |||||||||
| |||||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||||
| Pasukan pemberontak: Tentara Mahdi Pemberontak lainnya | Pasukan koalisi: | ||||||||
| Komandan | |||||||||
Mujahideen Shura Council | |||||||||
| Kekuatan | |||||||||
| Irak 375.000+ pasukan biasa Pemberontak Sunni 60.000~ Tentara Mahdi 25.000[3] Organisasi Badr 4-10.000 al Qaeda/lainnya 1.300+[4] | Koalisi 315.000 sewaktu invasi 162.000 sekarang Kontraktor ~48.000 Kurdi 50.000 Tentara Baru Irak 129.760 Polisi Irak 79-140.000 | ||||||||
| Jumlah korban | |||||||||
| Militer Irak tewas: (era Saddam) 4.895-6.370[5][6] Pemberontak tewas: Tidak bisa dipastikan.[7][8] | Pasukan Irak Baru tewas: (era setelah Saddam) 6,669 (perkiraan terkecil)[6][9] Pasukan Irak Baru terluka: tidak diketahui Koalisi tewas (termasuk 2,923 AS, 126 UK, 121 lainnya, 647 kontraktor): 3.817[10][11] Koalisi hilang atau tertangkap(AS 2): 2 Koalisi terluka (termasuk 22.032 AS, 891+ UK, 3.963+ kontaktor): 26.886[12][10][13] [14][15] | ||||||||
| *Total tewas (seluruh Irak) Johns Hopkins: 392.979 - 942.636[16][17] Tewas karena perang atau kriminal (seluruh Irak) Kementrian Kesehatan Irak: 100.000-150.000[18] Tewas karena perang atau kriminal (sipil Irak) Perhitungan Korban Tewas Irak: 43.850-48.693[19][20] | |||||||||
| *Total tewas (seluruh Irak) termasuk kematian karena kriminal, kerusakan infrastruktur, buruknya kesehatan, dll.[19] Untuk informasi lebih lanjut, perkiraan korban, dan penjelasan tentang variasi angka, lihat Korban konflik Irak sejak 2003 | |||||||||
Perang Irak (tahun 2003–sekarang), yang dikenal juga dengan Okupasi Iraq,[21] Perang Teluk II,[22] Perang Teluk III,[23] atau, oleh Amerika Serikat, Operasi Pembebasan Irak,[24] dimulai dengan invasi Irak pada tahun 2003. Okupasi yang kemudian dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mengakibatkan berlanjutnya peperangan antara para pemberontak dengan pasukan koalisi. Tentara Baru Irak lalu dibentuk untuk menggantikan tentara lama Irak setelah dibubarkan oleh koalisi, dan diharapkan tentara baru ini akan mengambil alih tugas-tugas koalisi setelah mereka pergi dar Irak. Dan di antara peperangan yang terjadi antara para pemberontak, koalisi, dan tentara baru Irak, perang saudara antar kelompok mayoritas Syi'ah dan minoritas Sunni masih berlanjut sampai sekarang.[25] Sebab dan akibat terjadinya perang ini sampai kini masih kontroversial.[26][19][16]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar